INOVASI PENGEMBANGAN MATERI AJAR PENDIDIKAN IPS DI SMP MELALUI PENDEKATAN TRADISI LISAN DAN SEJARAH LOKAL KABUPATEN LANGKAT
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan inovasi pembelajaran IPS di SMP melalui pendekatan tradisi lisan dan sejarah lokal Kabupaten Langkat. Pendekatan tersebut memiliki potensi besar untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran yang relevan dengan konteks budaya, sejarah dan sosial Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan dengan pendekatan deskriptif analisis. Metode ini melibatkan serangkaian kegiatan seperti pengumpulan data dari sumber pustaka, membaca secara mendalam, mencatat informasi penting, serta mengolah data untuk mendukung analisis yang sesuai dengan tujuan penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tradisi lisan dan sejarah lokal memiliki potensi besar untuk menjadi alternatif pengembangan materi pembelajaran IPS di tingkat SMP. Hal ini didasarkan pada beberapa pertimbangan penting, yaitu: a) keterkaitannya dengan kurikulum yang berlaku; b) kekayaan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam konten tradisi lisan dan sejarah lokal; serta c) relevansi dengan tantangan yang dihadapi di lingkungan sekolah. Selain itu, terdapat tiga langkah utama yang dapat dilakukan. 1) tahap analisis, yakni mengidentifikasi tradisi lisan yang relevan dan menyesuaikannya dengan kurikulum. 2) tahap desain dan pengembangan, di mana format dan struktur materi pembelajaran dirancang agar menarik dan bermanfaat bagi siswa. 3) tahap penerapan, yaitu mengintegrasikan materi yang telah dikembangkan ke dalam proses belajar-mengajar dengan cara yang interaktif dan bermakna. Langkah tersebut mampu mempengaruhi model pemebelajaran, pengetahuan, karakter dan memberikan apresiasi mendalam terhadap budaya lokal di Kabupaten Langkat.
Referensi
Asmara, Y. (2019). Pembelajaran Sejarah Menjadi Bermakna dengan Pendekatan Kontektual. Kaganga: Jurnal Pendidikan Sejarah Dan Riset Sosial Humaniora, 2(2), 105-120. https://doi.org/10.31539/kaganga.v2i2.940
Audia, W., Rahmawati, R., & Farhurohman, O. (2024). Efektivitas Pendekatan Kontekstual Pada Pembelajaran IPS di SD/MI. SOSIAL: Jurnal Ilmiah Pendidikan IPS, 2(4), 96-110. https://doi.org/10.62383/sosial.v2i4.466
Hidayat, A. W., & Ula, D. M. (2020). Pengembangan Media Pembelajaran IPS Sejarah Berbasis Kesenian Ambiya Untuk Meningkatkan Ketahanan Budaya Lokal. Agastya: Jurnal Sejarah Dan Pembelajarannya, 10(2), 197-207.
Kuantitatif, P. P. (2016). Metode Penelitian Kunatitatif Kualitatif dan R&D. Alfabeta, Bandung.
Prayogi, D. S., Utaya, S., & Sumarmi, S. (2019). Internalisasi Kearifan Lokal Dalam Pembelajaran melalui Pengembangan Multimedia Interaktif Muatan Pembelajaran IPS. Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan 4 (11), 1457-1463 https://journal.um.ac.id/index.php/jptpp/article/view/12990
Rigitta, P. (2021). Makna Tradisi Lisan Dalam Motif Songket Melayu Langkat. Desember, 14(2), 1979-5408.
Samosir, Z. Z., Mulyani, R., & Sitinjak, D. R. (2022, January). Revitalisasi Cerita Rakyat Melayu di Kabupaten Langkat dalam Melestarikan Kearifan Lokal. In Talenta Conference Series: Local Wisdom, Social, and Arts (LWSA) (Vol. 5, No. 1, pp. 196-201).
Sibarani, R. (2015). Pendekatan antropolinguistik terhadap kajian tradisi lisan. RETORIKA: Jurnal Ilmu Bahasa, 1(1), 1-17.
Susanto, A. (2014). Pengembangan pembelajaran IPS di SD. Kencana.
Tanjung, S., & Sinaga, R. (2019). Masyarakat Sungai Babalan: Sejarah sosial desa Perlis, Pangkalan Brandan (1940-2004). JASMERAH: Journal of Education and Historical Studies, 1(2), 1-13.
Taylor, A. (1965). Folklore and the Student of Literature. The study of folklore, 34-42.
Wahyudi, A. (2022). Pentingnya Pengembangan Bahan Ajar Dalam Pembelajaran IPS. JESS: Jurnal Education Social Science, 2(1), 51-61.
Wibowo, B. A., & Miranti, M. (2023). Pembelajaran sejarah melalui folklore Ki Ageng Mangir untuk penanaman nilai kearifan lokal. Agastya: Jurnal Sejarah dan Pembelajarannya, 13(2),221-232. https://doi.org/10.25273/ajsp.v13i2.14368
