MAGHRIB MENGAJI: UPAYA PENINGKATAN KEGIATAN KEAGAMAAN REMAJA DI DUSUN DONDONG TIMUR II, DESA STABAT LAMA BARAT, KECAMATAN WAMPU, KABUPATEN LANGKAT

  • Sirojul Fuadi Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Al Maksum
Keywords: Maghrib Mengaji, Pembinaan Keagamaan, Pengabdian Masyarakat

Abstract

ABSTRAK

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menghidupkan kembali tradisi Maghrib Mengaji di Dusun Dondong Timur II, Desa Stabat Lama Barat, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat. Tradisi membaca Al-Qur’an setelah salat Maghrib merupakan salah satu bentuk pendidikan nonformal yang penting dalam membentuk karakter religius anak dan remaja. Namun, perubahan sosial akibat perkembangan teknologi digital menyebabkan minat generasi muda terhadap kegiatan keagamaan menurun drastis. Kegiatan ini dirancang sebagai bentuk revitalisasi nilai keagamaan berbasis masyarakat dengan melibatkan tokoh agama, orang tua, dan mahasiswa STKIP Al Maksum Langkat. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif, meliputi observasi, pelatihan, pelaksanaan kegiatan, serta evaluasi hasil belajar. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an peserta sebesar 80% dibandingkan sebelum program, serta meningkatnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan keagamaan di waktu Maghrib. Program ini juga memperkuat hubungan sosial antarwarga dan menumbuhkan kesadaran pentingnya pendidikan agama dalam keluarga. Dengan demikian, kegiatan Maghrib Mengaji terbukti efektif dalam mengembalikan nilai-nilai religius, sosial, dan moral masyarakat di tengah arus modernisasi.

Kata Kunci: Maghrib Mengaji, Pembinaan Keagamaan, Pengabdian Masyarakat.

 

ABSTRACT

This community service activity aims to revive the Maghrib Mengaji tradition in Dondong Timur II Hamlet, Stabat Lama Barat Village, Wampu District, Langkat Regency. The tradition of reciting the Qur'an after Maghrib prayer is a form of non-formal education that is important in shaping the religious character of children and adolescents. However, social changes due to the development of digital technology have caused the younger generation's interest in religious activities to decline drastically. This activity was designed as a form of community-based revitalization of religious values ​​by involving religious leaders, parents, and students of STKIP Al Maksum Langkat. The implementation method used a participatory approach, including observation, training, activity implementation, and evaluation of learning outcomes. The results of the activity showed an 80% increase in participants' Qur'an reading ability compared to before the program, as well as increased community participation in religious activities at Maghrib time. This program also strengthened social relations between residents and raised awareness of the importance of religious education in the family. Thus, the Maghrib Mengaji activity has proven effective in restoring religious, social, and moral values ​​​​in society amidst the current of modernization.

Keywords: Maghrib Koran Reading, Religious Formation, Community Service.

Published
2025-04-30
Section
Articles