https://jurnal.stkipalmaksum.ac.id/index.php/jipgsd/issue/feed JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR 2026-10-05T09:23:22+00:00 Riska Armianti, S.Pd., M.Pd riska.armt25@gmail.com Open Journal Systems <p>Jurnal &nbsp;Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar dipublikasikan oleh Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) STKIP Al Maksum. Jurnal ini mempublikasikan hasil penelitian yang telah dicapai dalam bidang pendidikan dasar. Jurnal &nbsp;Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada para peneliti seperti mahasiswa, dosen, guru dan umum untuk mempublikasikan hasil temuannya. Oleh karena itu, jurnal menerima manuskrip yang berkaitan dengan seluruh aspek pendidikan dasar (bahasa Indonesia, sosial, sains, agama, matematika, keolahragaan, kewarganegaraan, seni, budaya, agama, teknologi, lingkungan, belajar dan pembelajaran, perangkat pembelajaran, media pembelajaran, evaluasi pembelajaran, psikologi pembelajaran, strategi pembelajaran. Jurnal ini diterbitkan dua kali dalam setahun, pada bulan Juni dan Desember.</p> https://jurnal.stkipalmaksum.ac.id/index.php/jipgsd/article/view/875 PERAN KELUARGA DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER DISIPLIN DAN KEJUJURAN ANAK 2026-10-05T09:23:19+00:00 RISKA ARMIANTI riska.armt25@gmail.com <p>Pembentukan karakter disiplin dan kejujuran pada anak tidak hanya <br>berlangsung di sekolah, tetapi berawal dari lingkungan keluarga sebagai <br>ruang pendidikan pertama. Artikel ini bertujuan menganalisis peran <br>keluarga sebagai agen utama dalam membentuk karakter disiplin dan <br>kejujuran anak serta mengidentifikasi strategi pengasuhan yang dapat <br>memperkuat proses tersebut. Penelitian menggunakan studi literatur <br>dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber data berupa artikel jurnal <br>ilmiah yang terbit terutama dalam lima tahun terakhir dan relevan dengan <br>pendidikan karakter, keterlibatan orang tua, pola asuh, disiplin, kejujuran, <br>dan pendidikan keluarga. Literatur dianalisis melalui tahap identifikasi, <br>pengelompokan tema, perbandingan temuan, dan sintesis. Hasil kajian <br>menunjukkan bahwa keluarga berperan melalui keteladanan, pembiasaan, <br>aturan yang konsisten, komunikasi terbuka, pengawasan yang <br>proporsional, penguatan positif, dan pendampingan penggunaan <br>teknologi. Disiplin berkembang ketika anak memperoleh rutinitas yang <br>jelas, batas perilaku yang dipahami, dan konsekuensi yang konsisten. <br>Kejujuran lebih mudah tumbuh ketika orang tua menciptakan rasa aman, <br>menghargai keterbukaan, serta menunjukkan perilaku jujur dalam <br>kehidupan sehari-hari. Temuan juga menunjukkan bahwa pembentukan <br>karakter merupakan proses ekologis yang melibatkan keluarga, sekolah, <br>dan lingkungan sosial. Dengan demikian, keluarga menjadi fondasi <br>penting, sedangkan penguatan karakter akan lebih berkelanjutan apabila <br>terdapat kesinambungan nilai dan praktik antara rumah dan sekolah.</p> 2026-06-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR https://jurnal.stkipalmaksum.ac.id/index.php/jipgsd/article/view/877 HAKIKAT PENDIDIKAN PKN DI SEKOLAH DASAR 2026-10-05T09:23:20+00:00 Fadhilatur Rizky fadhilaturrizky@gmail.com Najwa Habibah Daulay Nazwahabibahdaulay@gmail.com <p>Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) di sekolah dasar memiliki peran <br>penting dalam membentuk pengetahuan, sikap, keterampilan, dan <br>karakter peserta didik sebagai warga negara. PKn tidak hanya <br>berorientasi pada penguasaan konsep tentang Pancasila, hak dan <br>kewajiban, norma, aturan, demokrasi, dan kehidupan bermasyarakat, <br>tetapi juga pada penerapan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari<br>hari. Artikel ini bertujuan untuk menguraikan hakikat Pendidikan PKn <br>di sekolah dasar, meliputi pengertian, tujuan, fungsi, karakteristik, <br>pendidikan nilai dan karakter, serta peran guru. Penulisan <br>menggunakan metode studi literatur dengan menelaah materi dan <br>sumber pustaka yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa <br>hakikat PKn terletak pada proses pendidikan yang mengintegrasikan <br>pengetahuan kewarganegaraan, keterampilan sosial, nilai Pancasila, <br>dan pembentukan karakter. PKn juga membekali peserta didik agar <br>mampu memahami aturan, melaksanakan hak dan kewajiban, <br>menghargai perbedaan, bekerja sama, serta menunjukkan perilaku <br>bertanggung jawab. Guru memiliki peran sebagai pendidik, <br>pembimbing, fasilitator, motivator, dan teladan. Dengan demikian, <br>PKn di sekolah dasar perlu dilaksanakan secara aktif, kontekstual, <br>bermakna, dan berorientasi pada pembiasaan nilai dalam kehidupan <br>peserta didik. <br>Kata Kunci: Pendidikan kewarganegaraan, dan Sekolah Dasar</p> 2026-06-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR https://jurnal.stkipalmaksum.ac.id/index.php/jipgsd/article/view/878 PERAN GURU DALAM MEMBENTUK SIKAP SISWA MELALUI PENDIDIKAN PANCASILA 2026-10-05T09:23:20+00:00 Lisa Amelia liesya4ya@gmail.com Nabila Utami ramadhanishakiarahayu@gmail.com Ramadhani Shakia Rahayu ramadhanishakiarahayu@gmail.com Sindi Sri Rahayu ramadhanishakiarahayu@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis peran guru dalam membentuk sikap siswa melalui pembelajaran Pendidikan Pancasila. Pembentukan sikap pada siswa sekolah dasar memerlukan proses yang konsisten melalui keteladanan, pembiasaan, bimbingan, motivasi, dan pengalaman belajar yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui studi pustaka (library research) dengan mengkaji buku, jurnal nasional dan internasional, serta artikel ilmiah yang relevan. Data dianalisis secara deskriptif melalui proses pengumpulan, pengelompokan, perbandingan, dan penarikan kesimpulan dari berbagai sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan sebagai pengajar, pembimbing, motivator, fasilitator, dan teladan dalam membentuk sikap religius, jujur, disiplin, tanggung jawab, toleransi, gotong royong, dan peduli terhadap sesama. Pembelajaran Pendidikan Pancasila yang kontekstual, diskusi, kerja kelompok, pembiasaan, dan kegiatan nyata membantu siswa memahami sekaligus menerapkan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Kesimpulannya, peran guru yang konsisten dan keteladanan dalam mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila menjadi unsur penting dalam pembentukan sikap positif siswa di sekolah dasar.</p> <p>Kata Kunci: Guru, Sikap, dan Pendidikan Pancasila.</p> 2026-06-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR https://jurnal.stkipalmaksum.ac.id/index.php/jipgsd/article/view/884 TANTANGAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DALAM MEMBENTUK IDENTITAS NASIONAL DI ERA DIGITAL 2026-10-05T09:23:20+00:00 Anisah Nabila rahmaaaaatia@gmail.com Bunga Zavia rahmaaaaatia@gmail.com Dila Wulandari rahmaaaaatia@gmail.com Nova Damayanti rahmaaaaatia@gmail.com Rahma Tia Putri rahmaaaaatia@gmail.com <p id="docs-internal-guid-49a09954-7fff-6620-c86c-1b1464e6fbc3" dir="ltr" style="line-height: 1.2; text-indent: 1.1000000000000014pt; text-align: justify; margin: 0.0pt 28.45pt 0.0pt 28.35pt;"><span style="font-size: 12pt; font-family: Cambria, serif; background-color: transparent; font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-position: normal; font-variant-emoji: normal; vertical-align: baseline; white-space-collapse: preserve;">Penelitian ini membahas tantangan Pendidikan Kewarganegaraan dalam membentuk identitas nasional di era digital. Perkembangan teknologi informasi dan media sosial yang sangat pesat memengaruhi pola pikir, sikap, dan perilaku generasi muda terhadap nilai-nilai kebangsaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis peran Pendidikan Kewarganegaraan dalam memperkuat identitas nasional serta mengidentifikasi berbagai tantangan yang dihadapi di era digital. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui studi pustaka dengan mengkaji buku, jurnal, dan artikel ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendidikan Kewarganegaraan memiliki peran penting dalam menanamkan sikap nasionalisme, toleransi, dan kesadaran berbangsa pada peserta didik. Namun, terdapat beberapa tantangan seperti penyebaran informasi palsu, menurunnya minat terhadap budaya nasional, serta pengaruh budaya asing melalui media digital. Oleh karena itu, diperlukan inovasi dalam metode pembelajaran dan pemanfaatan teknologi digital agar Pendidikan Kewarganegaraan tetap relevan dan efektif dalam membentuk identitas nasional peserta didik di era modern.</span></p> <p dir="ltr" style="line-height: 1.2; text-indent: 1.1000000000000014pt; text-align: justify; margin: 0.0pt 28.45pt 0.0pt 28.35pt;"><span style="font-size: 12pt; font-family: Cambria, serif; background-color: transparent; font-weight: bold; font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-position: normal; font-variant-emoji: normal; vertical-align: baseline; white-space-collapse: preserve;">Kata kunci: </span><span style="font-size: 12pt; font-family: Cambria, serif; background-color: transparent; font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-position: normal; font-variant-emoji: normal; vertical-align: baseline; white-space-collapse: preserve;">Kewarganegaraan, Identitas Nasional, dan Era Digital</span></p> 2026-06-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR https://jurnal.stkipalmaksum.ac.id/index.php/jipgsd/article/view/885 PERAN GURU KELAS DALAM MEMBENTUK KARAKTER SISWA MELALUI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA 2026-10-05T09:23:20+00:00 Andhini Fitria andhinifitria76@gmail.com Anggun Berliana Citra anggunberlianacitra@gmail.com Lukita Septi Hapasari lukitaseptih@gmail.com Putri Nirwana Hasibuan andhinifitria76@gmail.com Sindi Ravika andhinifitria76@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pola asuh keluarga&nbsp;terhadap pembentukan karakter anak usia 6–12 tahun. Keluarga merupakan&nbsp;lingkungan pertamadan utama yang membentuk kepribadian serta karakter seorang anak. Pola asuh&nbsp;yang diterapkan orang tua baik otoriter, demokratis, maupun permisif memiliki&nbsp;dampak yang signifikan terhadap perkembangan nilai, moral, dan sosial anak.&nbsp;Penelitian ini menggunakan metode campuran (mixed method) dengan&nbsp;pendekatan survei dan studi kasus. Subjek penelitian adalah 120 orang tua dan&nbsp;anak dari tiga sekolah dasar di Kota Medan, Sumatera Utara. Instrumen yang&nbsp;digunakan meliputi angket, wawancara mendalam, dan observasi. Hasil&nbsp;penelitian menunjukkan bahwa pola asuh demokratis berpengaruh positif dan&nbsp;signifikan terhadap pembentukan karakter anak (r = 0,72; p &lt; 0,01), khususnya&nbsp;dalam aspek kejujuran, tanggung jawab, dan empati. Sebaliknya, pola asuh&nbsp;otoriter cenderung menghasilkan karakter anak yang patuh namun kurang&nbsp;mandiri, sedangkan pola asuh permisif berkorelasi dengan rendahnya disiplindan kontrol diri anak. Temuan ini menegaskan pentingnya penerapan pola asuh&nbsp;demokratis dalam keluarga sebagai fondasi utama pembentukan karakter anak&nbsp;yang holistik. Anak adalah anugerah Tuhan bagi orang tua dalam sebuah&nbsp;keluarga. Anak yang dianugerahkan Tuhan memiliki beragam karakter.&nbsp;Beragamnya karakter pada setiap anak ini perlu dipahami oleh setiap orang tua,&nbsp;khususnya dalam memilih model pola asuh. Pemilihan model pola asuh yang&nbsp;tepat adalah penting, karena dapat mempengaruhi pembentukan karakter anak.&nbsp;Penelitian bertujuan untuk menguraikan model-model pola asuh dan manfaatnya&nbsp;bagi orang tua dalam pembentukan karakter anak. Penelitian ini merupakan&nbsp;penelitian kualitatif dengan metode penelitian kepustakaan. Adapun modelmodel pola asuh orang tua terhadap pembentukan karakter anak adalah model&nbsp;pola asuh otoriter, model pola asuh demokratis, dan model pola asuh permisif.&nbsp;Manfaat pemilihan model pola asuh yang tepat adalah menjadi hubungan orang&nbsp;tua dengan anak semakin dekat, karakter anak menjadi lebih baik, dan anak&nbsp;memiliki nilai hidup.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Pola Asuh, Karakter, dan Anak.</p> 2026-06-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR https://jurnal.stkipalmaksum.ac.id/index.php/jipgsd/article/view/887 PERAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DALAM MEMBENTUK WARGA NEGARA YANG DEMOKRATIS 2026-10-05T09:23:20+00:00 Nazwa Putri Khairiah nazwaputrikhairiah13@gmail.com Jihan Putri jihanputricute627@gmail.com Feby Nabila febinabila047@gmail.com Vika Handini Nafa friskaarealmee@gmail.com Yuki Fadilah yukifadilah762@gmail.com <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) dalam membentuk warga negara yang demokratis di tengah tantangan globalisasi dan era digital. Permasalahan yang diangkat adalah bagaimana peran PKn dalam menanamkan nilai-nilai demokrasi serta membentuk karakter peserta didik yang memiliki sikap kritis, tanggung jawab, dan partisipatif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran, strategi, serta faktor pendukung dalam pembentukan warga negara yang demokratis melalui pembelajaran PKn. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi literatur (library research) dan analisis isi (content analysis), dengan sumber data berupa jurnal ilmiah nasional yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PKn memiliki peran strategis dalam membentuk karakter demokratis melalui penanaman nilai-nilai seperti toleransi, keadilan, dan kebebasan berpendapat, serta didukung oleh strategi pembelajaran yang inovatif dan peran guru sebagai fasilitator dan teladan. Namun, terdapat kendala berupa rendahnya kesadaran siswa dan pengaruh lingkungan sosial. Oleh karena itu, disarankan agar guru dan sekolah mengembangkan pembelajaran yang inovatif serta memperkuat kolaborasi dengan keluarga dan masyarakat.Kata kunci: Pendidikan Kewarganegaraan, Demokrasi,Pembelajaran</p> 2026-06-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR