Menjaga Kearifan Lokal Dalam Era Globalisasi
Abstract
Local wisdom serves as the primary foundation of national identity, currently facing significant challenges amidst the rapid flow of globalization. This research aims to examine the importance of preserving local traditional values as a survival strategy in an increasingly anonymous and uniform modern era. Employing a qualitative approach with a literature study method, data were gathered from various scientific literatures, books, and relevant documents, which were then analyzed descriptively. The results indicate that local wisdom functions as a moral "anchor" and a cultural immune system capable of filtering external influences and strengthening social cohesion through values such as mutual cooperation (gotong royong) and deliberation (musyawarah). However, real challenges were identified, including a shift in social interaction due to technological dominance and a sense of cultural inferiority. This study concludes that cultural preservation must not be rigid; rather, it should be achieved through the integration of local values in education (ethnopedagogy) and tradition rebranding strategies within the creative economy sector. Through synergy between education, families, and society, the younger generation is expected to grow into global citizens who remain firmly rooted in Indonesian cultural heritage without being left behind by modern progress.
References
Harianti, D. P. D. H., Fakhruddin, F., Kardoyo, K., & Mintarsih, A. (2023). Menuju Era Globalisasi Pendidikan: Tantangan dan Harapan Terhadap Mutu Pendidikan di Indonesia. Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana, 222-225.
Harirah, Z., Wazni, H., & Izril. (2021). Melacak Eksistensi Kearifan Lokal Dalam Kebijakan Pengembangan Pariwisata Kabupaten Siak di Era Globalisasi. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 10(1).
Juliansyah, B., Anggita, N., Aceng, Sultan, A. A., Asep, A. D., & Supriadi. (2024). Pelestarian Kebudayaan Berbasis Kearifan Lokal Di Tengah Era Globalisasi: Studi Kampung Adat Cirendeu. Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, 4(4), 235-241.
Juliansyah, M., dkk. (2024). Ketahanan Budaya di Tengah Arus Modernitas: Tantangan Pelestarian Nilai Lokal bagi Generasi Penerus. Jurnal Sosial Budaya, 11(2), 150-165.
Lestari, P., & Handayani, T. (2024). Dialektika Globalisasi dan Identitas Lokal: Studi Literatur Tentang Ketahanan Budaya Masyarakat Indonesia. Jurnal Kebudayaan dan Pemikiran, 12(2), 112-127.
Prasetyo, A. (2026). Digitalisasi Kebudayaan: Strategi Mempertahankan Eksistensi Kearifan Lokal di Era Masyarakat 5.0. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 14(1), 45-58.
Ramadhani, F. (2025). Etnopedagogi: Mengintegrasikan Nilai-Nilai Lokal dalam Sistem Pendidikan Modern untuk Menjaga Ketahanan Budaya. Jakarta: Pustaka Akademika.
Sari, N., dkk. (2022). Pemasaran Global dan Tantangan Hambatan Budaya: Membangun Kesadaran Identitas Lokal melalui Tradisi. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 15(3), 210-225.
Sari, T. Y., Kurnia, H., Khasanah, I. L., & Ningtyas, D. N. (2022). Membangun Identitas Lokal dalam Era Globalisasi untuk Melestarikan Budaya dan Tradisi yang Terancam Punah. Academy of Social Science and Global Citizenship Journal, 2(2), 76-84.
Satino, dkk. (2024). Kearifan Lokal sebagai Strategi Kehidupan: Tinjauan Lintas Budaya dalam Memecahkan Masalah Sosial Masyarakat. Jurnal Antropologi Kontemporer, 8(1), 88-102.
Satino, Hermina, M., Mariana, E. S., & Suharman. (2024). Melestarikan Nilai-Nilai Kearifan Lokal Sebagai Wujud Bela Negara. Ikhrait Humaniora, 8(1), 248-266.
Subakti, H. (2026). Globalisasi dan Transformasi Budaya: Penyebaran Informasi serta Dampaknya terhadap Karakter Bangsa. Bandung: Citra Pustaka.
Subakti, R. S. Br. (2026). Menjaga Kearifan Lokal Dalam Era Globalisasi. Khidmat: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial, 4(1), 3031-2795.
Wulandari, I. K., Siti. S., & Jajang H. H. (2025). Peran Kearifan Lokal Dalam Konteks Sosial Pendidikan dalam Era Globalisasi. Journal of Economic, Business and Accounting, 8(2), 2275-2280.
Wulandari, S., dkk. (2025). Kontribusi Kearifan Lokal dalam Bidang Pendidikan: Pengelolaan Sumber Daya Berkelanjutan dan Keseimbangan Sosial. Jurnal Pendidikan dan Pengajaran, 13(4), 301-315.