Representasi Penguatan Identitas Budaya pada Mahasiswa Melalui Pendidikan Sosial Budaya di STKIP Al Maksum Langkat

Authors

  • Deni Hartanto STKIP Al Maksum Langkat, Stabat, Indonesia
  • Taufiqurrahman STKIP Al Maksum Langkat, Stabat, Indonesia
  • Fauzi STKIP Al Maksum Langkat, Stabat, Indonesia

Keywords:

Identitas Sosial, Budaya, Pendidikan

Abstract

Budaya sebagai identitas sosial masih menjadi isu yang hangat untuk perbincangkan. Fenomena tersebut berkembang luas pada era digital sebagai bentuk imbas berkembangnya modernisasi. aspek yang dibenturkan adalah modernisasi dan pengaruh yang signifikan terhadap budaya. isu tersebut diprediksi muncul sejak akhir abad ke-20, dampaknya masyarakat semakin kehilangan Identitas budaya. sehingga dibutuhkan usaha untuk representasi identitas tersebut melalui pendiidkan sosial dan budaya.Penelitian ini menggunakan jenis penelitian field research (penelitian lapangan) yang digunakan secara langsung untuk mendapatkan data dan permasalahan yang lebih konkrit dan secara langsung berhubungan dengan berbagai objek yang akan diteliti. data yang diperoleh akan diolah melalui reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), penarikan kesimpulan atau verifikasi (conclusion drawing/verification). faktor pendukung lahirnya identitas budaya meliputi pembelajaran dan penerimaan yang meliputi suatu tradisi, sifat bawaan, bahasa, agama, keturunan dari suatu kebudayaan. faktor pendukung berupa bekal entik dan pendidikan sosial budya dapat dijadikan modal awal untuk mewujudkankan individu yang memiliki identitas budaya. upaya yang dilakukan untuk merepresentasikan identitas budaya adalah dengan cara pemanfatan media soial dan pembiasaan karakter pada mahasiswa.Identitas Budaya dalam pendidikan sosial budaya merupakan suatu proses yang penting bagi mahasiswa, karena mampu membantu mereka untuk memahami dan menghargai keragaman budaya, mengembangkan keterampilan interkultural, serta mempersiapkan diri menjadi warga global yang berpikiran terbuka dan mampu berinteraksi secara positif dengan masyarakat yang berbeda-beda. sehingga dampaknya secara langsung dapat direpresentasikan untuk masyarakat luas baik secara digital maupun secara langsung.

References

Hermawan, I. (2019). Metodologi Penelitian Pendidikan (Kualitatif, Kuantitatif dan Mixed Method). Hidayatul Quran.
Hutauruk, A. F. (2014). Penggunaan Biografi Tjong A Fie Dalam Menggali Nilai Multikulturalisme Peserta Didik Pada Pembelajaran Sejarah (Penelitian Naturalistik dalam Pembelajaran Sejarah Lokal di Kelas XI IPS SMA Al-Ulum Medan). Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial, 23(2), 82-90.
Jameson, D. A. (2007). Reconceptualizing cultural identity and its role in intercultural business communication. The Journal of Business Communication (1973), 44(3), 199-235.
Koentjaraningrat.( 1990). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.
Lee, S. J., & Yoo, H. C. (2019). Ethnic identity and heritage language maintenance: A social psychological perspective. i 66(6), 670-680.
Liliweri, Alo. 2004. Dasar-dasar Komunikasi Antar Budaya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Liliweri, Alo. 2004. Dasar-dasar Komunikasi Antar Budaya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Mintargo, Bambang. 1997. Manusia dan Nilai Budaya. Jakarta: universitas Trisakti..
Pelly, Usman, Asih Menanti (1994) Teori – teori Sosial Budaya, Jakarta: PPPMTK DIKTI Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Riaz, S. (2010). Effects of new media technologies on political communication. Journal of Political Studies, 17(2), 161.
Siregar, Z. (2020). Sejarah Suku Mandailing Di Kecamatan Bandar Kabupaten Simalungun. Jurnal Berbasis Sosial, 1(1), 10-16.
Siregar, Z. (2020). Sejarah Terbentuknya Lembaga Adat Partuha Maujana Simalungun. Sejarah Dan Budaya: Jurnal Sejarah, Budaya, Dan Pengajarannya, 14(1), 42-52.
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Suneki, S. (2012). Dampak globalisasi terhadap eksistensi budaya daerah. CIVIS: Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Pendidikan Kewarganegaraan, 2(1).
Verulitasari, E., & Cahyono, A. (2016). Nilai Budaya Dalam Pertunjukan Rapai Geleng Mencerminkan Identitas Budaya Aceh. Catharsis, 5(1), 41-47.
Yuhasnil, Y. (2019). Perubahan Nilai Nilai Budaya Dalam Proses Modernisasi Di Indonesia. Menara Ilmu, 13(5).

Downloads

Published

2022-04-30

Issue

Section

Articles